makanan penyebab kanker

Makanan penyebab kanker secara medis tidak dikenal, yang ada adalah makanan yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk mengidap kanker. Karena hingga kini bagaimana pola seseorang dapat mengalami kanker belum sepenuhnya dipahami. Tetapi diakui bahwa sejumlah makanan dapat mendorong seseorang terkena kanker. Dan mengutip dari deherba.com, berikut adalah makanan yang dapat menyebabkan kanker.

Mengapa Pola Makan Mempengaruhi Perkembangan Kanker?

Bicara soal kanker akan bicara soal banyak aspek. Termasuk di dalamnya adalah aspek genetik, kondisi imunitas, paparan unsur karsinogenik dan kondisi tingkatan oksidasi sel. Ketiga berperan dalam mendorong seseorang mengidap kanker.

Dan menurut uraian deherba.com, semua aspek ini dapat dikaitkan dengan pola makan Anda. Karena apa yang kita makan, dapat menentukan jumlah akumulasi toksin dan unsur karsinogen dalam tubuh. Selain juga mempengaruhi imunitas dan efisiensi sistem pembuangan.

Sementara pembuangan yang sehat akan memaksimalkan proses pembersihan tubuh dari unsur toksin dan karsinogen. Ini yang kemudian dapat menjadi benang merah, mengapa sejumlah makanan menjadi penyebab kanker.

Apa Saja Makanan Penyebab Kanker?

Ada cukup banyak jenis makanan penyebab kanker. Tetapi, setidaknya daftar berikut dapat memberikan Anda gambaran umumnya.

Makanan dengan pengawet

Unsur pengawet sintetik lazim ditambahkan pada banyak makanan kemasan dan olahan. Meski metode ini dibolehkan, tetapi bila Anda mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan tentu menjadi bahaya. Karena unsur pengawet sintetik ini dapat memberi efek oksidasi dan bersifat karsinogenik.

Apalagi bila Anda mengonsumsi makanan dengan kadar pengawet yang tidak tertakar dengan resmi. Ini tentu saja banyak ditemukan di pasaran, pada produk produk olahan tanpa merek dagang resmi. Jumlah pengawet yang tidak diketahui dapat saja menjadi bahaya tersembunyi.

Makanan produk olahan

Bukan hanya efek pengawet saja yang perlu Anda waspadai. Ternyata makanan olahan sendiri, lepas dari adanya kandungan pengawet sudah memiliki bahaya tersendiri. Ini karena proses pengolahannya kadang membentuk senyawa kimia baru yang karsinogenik.

Sebut saja seperti nugget, sosis, ham, bacon dan lain sebagainya. Makanan olahan juga mengandung kadar lemak trans tinggi. Terutama karena penyajiannya perlu digoreng terlebih dulu. Ini membawa unsur pro inflamasi yang memudahkan terjadinya peradangan dan kerusakan sel.

Makanan asin

Garam sejatinya dibutuhkan tubuh, terutama untuk sistem saraf dan kerja imunitas. Tetapi sodium akan berbahaya ketika levelnya berlebihan. Tidak hanya pada makanan olahan, tetapi juga makanan instant, criping dan makanan segar dengan bumbu garam berlebihan.

Sodium berlebihan mengganggu sirkulasi darah dan menurunkan imunitas. Kelebihan sodium juga dapat menyebabkan munculnya masalah hormonal. Sedang hormon tubuh sangat mempengaruhi peningkatan resiko sejumlah jenis kanker.

Makanan manis

Sejumlah pakar melihat adanya potensi glukosa sebagai sumber energi utama bagi sel kanker. Mereka dengan kondisi hiperglikemia juga memiliki resiko lebih tinggi mengidap kanker. Itu sebabnya makanan manis menjadi makanan yang dianggap penyebab kanker.

Selain itu, gula juga dikenal sebagai pro inflamasi. Semakin banyak kandungan gula dalam tubuh semakin rentan tubuh mengalami peradangan berat. Sedang peradangan memiliki signifikansi kuat dengan kanker.

Pemasakan dalam suhu tinggi dan pembakaran

Ini biasanya berlaku pada masakan hewani, dimana proses pembakaran dan pengolahan dalam suhu tinggi akan menyebabkan muncul efek gosong pada permukaan daging. Masalahnya, gosong yang terbentuk ini akan bersifat karsinogenik.

Senyawa heterocyclic amines dan polycylic aromatics hydrocarbons akan terbentuk pada area gosong ini dan sifatnya akan merusak DNA sel. Selain pemasakan ini juga akan menstimulasi sejumlah enzim diproduksi berlebihan. Ini dapat memicu terjadinya kanker pada organ pencernaan.

Alkohol

Dalam kadar normal alkohol dianggap aman, bahkan mungkin bermanfaat. Tetapi ketika menjadi berlebihan alkohol bersifat abrasif dan oksidatif di dalam tubuh. Merusak sel yang dilaluinya.

Ini menjadikannya masuk dalam daftar makanan penyebab kanker, karena efek kerusakan sel yang muncul dapat meningkatkan resiko kanker. Terutama kanker mulut dan tenggorokan juga kanker usus.