Apa itu Shigellosis?

Pernahkah buah hati anda mengalami demam, mual, muntah, dan diare? Padahal selama ini mengonsumsi makanan yang sehat dan bersih? Pada usia yang masih anak-anak sangat rentan terhadap berbagai serangan bakteri atau virus yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Terlebih lagi anak-anak yang suka bermain di luar ruangan memiliki kerentanan lebih tinggi dapat terserang berbagai virus dan bakteri bahaya. Virus dan bakteri dapat menular dari tanah, udara, air, makanan yang dikonsumsi, bahkan teman sepermainan anak anda. Lingkungan rumah dan sekolah belum tentu menunjukan kebersihan yang terbebas dari virus dan bakteri. Terlebih lagi, anak-anak yang lebih suka membeli janjanan sembarang semakin memicu mudah terserang bakteri dan virus. Oleh karenanya, anak tiba-tiba dapat mengalami demam mual, muntah, dan diare secara tiba-tiba. rupanya hal tersebut merupakan infeksi shigellosis atau yang disebut dengan disentri basiler, adalah disentri yang dipicu karena terjadi infeksi shigella dysentery pada pagian rektum dan usus.

            Pada umumnya, kondisi tersebut lebih rentan menyerang anak yang berusia diantara 2 sampai 4 tahun. Yang mana anak-anak dalam usia tersebut sedang aktif mengenal lingkungan sekitarnya, seperti lingkuangn sekolah dan tempat bermain yang belum terjamin tingkat higienisnya. Berikut ini penyebab infeksi shigellosis:

  1. Menyentuh mulut dalam kondisi tangan yang kotor tanpa cuci tangan terlebih dulu. Contohnya: setelah mengganti popok buah hati anda lalu melupakan untuk cuci tangan dan tanpa sadar menyentuh mulut atau melakukan aktivitas lainnya sangat rentan banteri segera masuk dalam tubuh.
  2. Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri shigella. Contoh ketika anda menyuapi anak dengan kondisi tangan yang terkontaminasi oleh bakteri, datau ketika anak membeli jajan sembarangan yang tidak higienis.
  3. Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang mengalami infeksi tersebut.
  4. Berenang di air yang kurang higienis dan kemungkinan terkontaminasi bakteri shigella. Sanitasi yang buruk menjadi pemicu tersebarnya bakteri tersbeut. Terlebih ketika anak berenang di kolam renang umum lebih beresiko tinggi untuk tertular bakteri tersebut.

Proses penularan shigella dapat terjadi melalui kontak langsung dengan fefes, air atau makanan yang telah terkontaminasi. Setelah mengonsumsi makanan atau menggunakan air yang terlah terkontaminasi, selanjutnya bakteri tersebut akan melipatgandakan diri di dalam usus kecil lalu menyebar ke dalam usus besar. Setelah itu, didalam usus besar bakteri akan melepas racum yang membuat perut terasa kram, lalu mengalami diare yang berlebihan 10-30 kali dalam sehari.

Untuk mengetahui penyakit tersebut, tanda pertama yang muncul yakni terjadinya diare yang disertai oleh fefes berdarah. Masa inkubasi shogellosis terjadi dalam masa 3-7 hari. Berikut ini tanda dan gejala terjadinya shigellosisi:

  1. Anak akan mengalami demam dengan samapi demam tinggi
  2. Terjadi kram terus menerus pada bagian perut
  3. Mengalami diare
  4. Perut terasa mual lalu muntah
  5. Otot terasa lelah dan nyeri
  6. Terdapat darah atau lendir pada feses

Lalu pencegahan dan penangan seperti apa yang dapat dilakukan?

  1. Bersihkan lingkungan rumah anda.
  2. Bersihkan diri anda atau anak anda, dan biasakan untuk mencuci tangan setelah berakitivitas apapun, seperti setelah dari toilet.
  3. Selalu mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat, hindari mengonsumsi jajan yang dijual di pinggir jalan.
  4. Konsumsi bubur yang lunak dan imbangi dengan buah dan sayur.
  5. Perbanyak mengonsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
  6. Minum obat anti-diare untuk membasmi bakteri,

Itulah penjelasan mengenaishigellosi. Untuk emmerleh berbagai informasi tentang kesehatan dan mendiskusikan solusi yang tepat anda dapat mengunjungi dokter terkait.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>